Sebutlah namanya Zulbahri. Lelaki kelahiran Padang, 16 Oktober 1952 ini menuturkan kisah pengalaman hajinya. Pada Februari 2003, Zulbahri mendaftar haji dengan menyetor DP sebesar Rp. 5 juta. Namun, pada bulan Juli tahun itu juga, ongkos haji sebesar Rp. 40 juta (plus istri) sudah bisa dilunasinya sehingga ia pun langsung mendapatkan jatah berangkat pada awal 2004.
Setinggi-tingginya tahu, sedalam-dalamnya tahu, seluas-luasnya tahu, belum tentu mengerti
Showing posts with label Haji. Show all posts
Showing posts with label Haji. Show all posts
Thursday, August 10, 2017
Wednesday, August 9, 2017
Dari 600.000 Jemaah Haji, Tidak Ada Satupun Yang Ibadah Hajinya Diterima
Tersebutlah di suatu masa lelaki bernama Abdullah bin al-Mubarak. Ia kaya dan senang sekali pergi haji serta berjihad di jalan Allah. Bila tahun ini ia naik haji, maka tahun berikutnya ia berangkat berjihad. Demikianlah secara selang-seling selalu dilakukannya, betapa pun sibuk menderanya.
Suatu waktu, tibalah tahun saatnya Abdullah bin al-Mubarak berangkat haji kembali. Setelah bekerja keras, Abdullah bin Mubarak berhasil mengumpulkan bekal tak kurang 500 Dinar uang emas. Dari kediamannya di Hijaz, ia berangkat menuju Mekkah. Pada suatu momen, setelah menyelesaikan ritual ibadah haji, dia tertidur dan bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit.
"Berapa banyak yang datang tahun ini?" tanya salah satu Malaikat kepada Malaikat lainnya.
"600.000” jawab Malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”
"Tidak ada satu pun.”
Tuesday, August 8, 2017
Berkat Sedekah, Tukang Becak Itu Mengunjungi Baitullah
Siapa kira orang miskin tidak bisa naik haji. Karena sedekah, tukang becak yang satu ini justru mendapatkan keberkahan untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Pak Parman demikian orang orang memanggilnya, Dia hanyalah seorang tukang becak. Sudah bias ditebak, berapa kekayaannya? Dia hanya punya tempat tinggal, dan itu pun kost di tempat yang kumuh, yang gentengnya sewaktu-waktu bisa bocor karena hujan. Meski begliu, Pak Parman memiliki budi yang sangat mulia. Kemiskinan yang merenggut kehidupannya, tidak menutup mata batinnya untuk selalu berbagi kepada orang lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)
